Kaset Dalam Otakku

16:23 sore ditemani lantunan melow fiersa besari, kali ini aku tenagh mengingat hal-hal menyakitkan dulu;saat kau menghancurkan aku yang kini bukan lagi aku.
saat-saat itu adalah saat-saat tersulit mencintai bagiku. mencintai seseorang yang lebih mencintai orang lain. tapi aku tak bisa berhenti mencintai. miris memang. dibilang bodoh, tapi cinta. dibilang cinta,tapi terlalu bodoh untuk mencinta.

lantunan-lantunan lagu yang dulu aku dengarkan saat kau menyakitiku, kini ku dengarkan kembali. seolah aku kembali ke masa itu;mendengarkan liriknya kata demi kata, meningatmu denganku-dengannya, lalu menangis lirih melihat cinta memperlkukanku seperti itu, menangis hingga lupa hal-hal bahagia lainnya. terlalu banyak air mata hingga aku lupa caranya tertawa,tanpamu.

dan air mata itu masih disini. rasa sakit itu masih terlalu sakit. ternyata hati ini tak pernah kembali utuh seperti sediakala kau menemukanku. sakit yang kau beri benar-benar sempurna.

kadang, aku benci dengan ingatanku sendiri, untuk sesuatu hal yang sentimentil, aku selalu mengingat semuanya dengan baik. cara kita bertemu, cara kau mendengarkan lagu yang tertuju padanya, cara kita berbagi dibalik kebohongan, hingga baju apa yang kau pakai saat kita pertama bertemu, saat kita pertama berbagi cerita, juga saat kau menyakitiku. entah apa yang rusak dari otak ku hingga aku harus ingat semuanya secara jelas.bahkan untuk hal yang tak penting. kau tahu? aku membencinya. 
entah, apa kalian seppertiku? mengingat semua hal yang menurutku terlalu berlebihan untuk tetap diingat. seakan-akan ada kaset diotakku yang bisa memutar ulang kejadian-kejadian yang lalu dengan sempurna. dan membutku terjebak lagi.
memang bukan hanya rasa sakit saja yang kuingat, banyak hal-hal bahagia lainnya bersamamu yang sama kuingat dengan jelas. hanya saja, saat-saat itu hanya aku yang merasa bahagia, aku merasa kau milikku dan selalu denganku, ternyata semuanya selalu kau tutupi dengan kebohongan. lalu hal bahagia seperti apa yang harus kuingat agar aku tersenyum saat ini? lagipula, kau tahu, setetes tinta hitam bisa merusak lautan susu.

aku ingin sepertimu. lupa akan hal-hal yang memang seharusnya dilupakan. 

entah memang telah menjadi hobiku untuk mencintai lalu dilukai? menuangkannya dengan kata-kata berharap ada seseorang yang mengerti. tapi nyatanya tak seorangpun bisa mengerti. karna ini ceritaku;akulah satu-satunya orang yang mengerti. walau akupun tak mengerti diriku sendiri. 
terdengar rumit walau sebenarnya tidak serumit kata itu sendiri.

sebenarnya, aku tak punya tujuan tersendiri dalam mengingat masa-masa lalu. mungkin aku kurang cukup sibuk untuk membiarkannya menjadi sebuah kenangan abu-abu yang mungkin enggan untuk diingat. 
kau tahu, aku menyukai kenangan, entah dengan sipapun itu. aku hanya suka memutar kaset-kaset diotakku. terus memberikannya warna hingga ia menjadi abu-abu dengan sendirinya;pada waktu yang tepat, dan tetap bisa kuingat hanya saja tak berarti apa-apa.
semoga kelak, kenangan ini bisa menjadi abu-abu.

dan untuk kamu;pria april, jangan berburuk sangka dengan tulisan ini, kau tahu aku selalu mencintai dan membencimu secara bersamaan.

Komentar

Posting Komentar